Tuesday, 29 October 2019

99 Nama Cinta: Film Drama Komedi dengan Balutan Religi - No Spoiler

"Kalau benci jangan terlalu, nanti malah jadi rindu..."
Sepenggal kalimat yang terngiang-ngiang di kepala hingga beberapa hari pasca press screening film 99 Nama Cinta yang akan tayang di tanggal 14 November 2019 nanti. Kalimat singkat yang sangat dalam maknanya dan sekaligus bisa mengisyaratkan permasalahan dalam film tersebut.



Jadi, tanggal 23 Oktober 2019 yang lalu aku bersama beberapa teman blogger pecinta film hadir dalam press screening 99 Nama Cinta. Berbeda dari press screening biasanya, kali ini press conference nya digelar di panggung atrium Senayan City JFW 2020 lho! Bagaimana keseruan dan siapa sajakah cast nya, yuk langsung saja kita bahas.

Eh, sebelum bahas film 99 Nama Cinta, coba nonton dulu trailernya donk..


Film 99 Nama Cinta merupakan film drama komedi yang dibalut dalam nuanasa religi yang cukup kental. Berlokasi syuting di Kediri, dengan latar belakang pesantren tradisional dan pengajaran dasar tentang nama Allah dalam agama Islam. Film ini disutradarai oleh Danial Rifki dan ditulis oleh Garin Nugroho sehingga tidak perlu diragukan lagi kualitas jalan ceritanya.

Cerita yang kental dengan religi namun sudah diadaptasi dalam keseharian sehingga bisa dinikmati oleh siapapun dan di segala usia ini, juga didukung oleh pemain yang bukan receh. Ada Acha Septriasa sebagai Talia, seorang host acara gosip yang sangat berambisi untuk bisa meniti karier sebagai Executive Produser untuk acaranya di stuasiun TV. Sedangkan Deva Mahenra sebagai Kiblat adalah sosok ustadz muda, ganteng dan suka mengajar di pesantren tradisional milik ayahnya.

Dulunya, Talia dan Kiblat saat masih kecil berteman cukup akrab karena persahabatan kedua orang tuanya, namun bagaimakah dua karakter yang berbeda ini kembali bertemu setelah dewasa?


Pemeran pendukung lainnya ada Adinda Thomas, Susan Sameh, Dzawin, Chiki Fawzi, Ira Wibowo dan Donny Damara. Ternyata banyak juga lho yang menunggu aksi Dzawin di film layar lebar pertamanya ini, setelah sebelumnya sukses menjadi komika yang sangat kocak dengan ciri khasnya.


Ini juga pertama kalinya Acha Septriasa bermain film setelah melahirkan, walaupun begitu Acha tetap bisa mendalami peran sebagai anak muda ambisius dengan sangat apik. Menurut Acha yang sudah beberapa kali beradu peran dengan Deva Mahenra, sehingga dirinya sudah bisa memposisikan diri dan lebih mudah untuk membawakan perannya dengan lebih baik dan enjoy.


Menurutku, film ini cocok ditonton untuk semua kalangan dan semua usia. Hampir tidak ada kata-kata slank yang taboo untuk didengar anak kecil, bahkan tidak ada adegan ciuman sama sekali. Semua dikemas dengan apik dan santun. Dibalik itu, ada banyak sekali nilai norma dan keagamaan yang ada dalam film ini yang bisa dipetik.

Film ini dijadwalkan untuk tayang serentak di bioskop tanah air mulai tanggal 14 November 2019 mendatang, jangan sampai ketinggalan nonton 99 Nama Cinta yaa.. Kalian bakalan dibikin baper, gemes, emosi, sedih, sampe akhirnya insaf.. hihihi..





Thursday, 24 October 2019

Inspirasi Kasih Dari Menteri PPPA, Yohana Yembise

Setiap mendapat undangan dari Kementerian, aku selalu semangat karena selalu ada inspirasi yang bisa dipetik dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa waktu lalu aku kembali mendapatkan undangan untuk sebuah peluncuran buku biografi yang ditulis oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Ibu Yohana Yembise.


 Pagi itu, aku dan beberapa teman blogger dari Indonesian Social Blogpreneur hadir di Gedung Sapta Pesona dengan disambut dekorasi khas Papua. Bahkan ada photobooth rumah Honai dan para penyambut tamu yang mengenakan rumbai kepala ala Papua yang unik. Tak heran karena Ibu Yohana Yembise memang asli dari Papua, beliau juga merupakan Menteri pertama yang berasal dari Papua lho!
Sebelum mulai acara utama, kami juga disuguhi dengan tarian daerah dan lagu daerah dari Papua sebagai ucapan selamat datang. Seru sekali melihat keragaman negara ini dengan keunikan masing-masing sukunya.

Sebelum memasuki acara talkshow, ada baiknya kita sedikit berkenalan dengan Ibu Yohana Yembise atau biasa dipanggil dengan sapaan "Mama Yo". Beliau adalah seorang wanita yang lahir dan besar di Manokwari. Yang kemudian menempuh pendidikan hingga menjadi guru besar di sebuah universitas di Papua. Karirnya di dunia pendidikan, serta pemberdayaan wanita membuat Pak Jokowi meliriknya untuk menjadi Menteri dalam kabinet Jokowi di tahun 2014-2019.


Nah, di acara peluncuran buku biografinya,Dunia Yohana Inspirasi Dari Ufuk Timur, hadir Prita Laura sebagai moderator talkshow karena Prita pernah bekerja langsung bersama Ibu Yohana dan sangat mengagumi sosoknya. Prita menceritakan bahwa dulu dirinya pertama kali bertemu dengan Ibu Yohana Yembise saat meliput di Afghanistan tahun 2017 lalu. Padahal waktu itu kondisi di Afghanistan sangat tidak kondusif namun Ibu Yohana Yembise tetap ngotot meminta ijin pada Pak Jokowi untuk berangkat menjadi salah satu pembicara dalam Symposium on the Role and Contribution of Afghanistan Women for Peace.

Ibu Yohana berkata bahwa selain diminta langsung oleh first lady Afghanistan, dirinya merasa terpanggil untuk membantu para wanita dan anak-anak di Afghanistan. Semua karena KASIH, katanya. Ibu Yohana Yembise merupakan pejabat negara Indonesia kedua yang berkunjung ke Afghanistan setelah yang pertama (56 tahun lalu) adalah Bapak Promotor kita, Ir. Soekarno.

Ketika ditanya oleh Prita bahwa kasus yang paling menyedihkan yang pernah Mama Yo rasakan selama menjabat menjadi Menteri PPPA, beliau menjawab ada banyak kasus yang membuatnya menangis, karena beliau seudah menganggap warga Indonesia, keluarga Indonesia dan anak-anak di Indonesia bahkan seperti anak-anak nya sendiri.

Namun ada satu kasus yang tidak pernah Mama Yo lupakan yaitu saat membantu Polri mengungkap pembunuhan Angeline, putri berusia 8 tahun yang dibunuh oleh ibu tirinya sendiri. Kasus Angeline ini sempat viral dan beliau bersama satu menteri lainnya dan jajaran Polri berhasil mengusut tuntas kasus pembunuhan anak ini.

Mama Yo dalam masa jabatannya melanjutkan tugas Ibu Linda Gumelar, memiliki misi yang dinamakan 3 Ends, yaitu akhiri kesenjangan ekonomi untuk kaum perempuan, akhiri kekerasan pada anak dan akhiri perdagangan manusia. Menurutnya pendekatan dengan kasih dan kekeluargaan sangat efektif dalam membantunya menyelesaikan kasus anak-anak dan perempuan karena semua kasusnya kebanyakan muncul dari masalah keluarga.

Walaupun Mama Yo berbeda warna kulit dengan para Menteri yang lain dan semua staff nya dalam Kementerian PPPA namun pada akhirnya mereka bisa saling membantu dalam satu visi yang sama yaitu memajukan kesejahteraan warga negara Indonesia. Oleh karena itu, di akhir masa jabatannya ini beliau seolah membuat tanda mata berupa biografi Dunia Yohana Inspirasi Dari Ufuk Timur yang ditulisnya untuk menceritakan bagaimana perjalanan karirnya hingga bisa masuk dalam jajan Menteri tahun 2014-2019 dan beberapa karya besarnya dalam menyelesaikan isu-isu wanita, keluarga dan anak-anak.

Sejujurnya aku belum membaca Dunia Yohana Inspirasi Dari Ufuk Timur hingga selesai, namun buku ini memiliki banyak makna kehidupan. Dalam buku ini juga ada pendapat dari beberapa staff dan pejabat negara yang mengenal Ibu Yohana Yembise yang sangat humble dan sederhana. Semoga dengan hadirnya buku ini bisa menjadi penyemangat bagi kaum wanita untuk bisa terus menjalankan perannya dengan baik, mendidik generasi penerus bangsa dan turut serta membangun ekomoni negara.


Oh ya, yang tidak kalah penting di akhir acara ada penandatanganan nota MOU antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan pihak Gojek Indonesia yang bersedia menjadi partner untuk mengembangkan kemampuan mitra gojek terutama wanita, pengembangan UMKM yang dimiliki oleh wanita Indonesia dan keselamatan berkendara.


Kemudian acara juga dilanjutkan dengan minum kopi dan makan pisang goreng Bu Nanik yang dibawakan oleh Gojek sambil ngobrol santai bersama Sekretaris Kementerian PPPA, Bp. Pribudiarta Nur Sitepu mengenai isu-isu ringan seputar keluarga, anak dan wanita. Seru sekali Pak Pri bisa menampung aspirasi, masukan dan membantu menjelaskan program yang dilakukan oleh Kementerian PPPA. Pak Pri berharap, yang menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selanjutnya bisa melanjutkan kerja Mama Yo.

Baiklah sampai disini dulu ceritaku tentang sekilas buku yang dibuat oleh Mama Yo dan cerita rangkaian acara saat menghadiri launchingnya. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat kalian semua..



Tuesday, 15 October 2019

Bersama teamLab Future Park dan IOP, Kita Bantu Cegah Kepunahan Hewan Laut di Indonesia

Nenek moyangku, seorang pelaut..
Gemar mengarung luas samudera..

Kenal dengan penggalan lagu tersebut? Lagu tentang Indonesia, yang merupakan sebuah negara kepulauan dengan luas lautan mencapai 70% dari total luas wilayahnya, menjadikan negeri kita tercinta ini sebagai Negara Maritim. Komoditi terbesar kita ada di laut, bahkan kekayaan hayati dan beberapa jenis hewan laut endemik yang sangat langka hidup di perairan negara kita. Bangga, tentu donk! Tapi tahukah kalau kelangsungan hidup binatang laut kita terancam punah?



Beberapa hari yang lalu, aku menghadiri konferensi pers dalam merayakan Hari Binatang Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Oktober yang lalu. Konferensi yang diadakan oleh Sorak Gemilang Entertainment (SGE Live) ini berkat kolaborasi dengan Indonesian Ocean Pride yang didirikan oleh Hamish Daud. Seperti kalian ketahui, SGE Live berhasil mendatangkan teamLab Future Park hadir ke Jakarta dimana instalasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia dan anak-anak untuk mengetahui betapa pentingnya merawat bumi kita beserta hewan dan tumbuhan demi kelangsungan hidup kita sebagai manusia.

Pada acara ini, hadir sebagai narasumber yaitu Hamish Daud sebagai pendiri Indonesian Ocean Pride (IOP) dan Ibu Mervi Sumali selaku Chief Executive Officer SGE Live. 

Ibu Mervi menjelaskan bahwa teamLab Future Park menghadirkan instalasi digital tentang kehidupan hewan khususnya hewan laut yang beberapa diantaranya terancam punah seperti Hammerhead Shark, Tuna Sirip Biru (Blue Fin Tuna) dan Pari Manta (Manta Ray). Disini, pengunjung juga diajak untuk menjaga kelestarian laut dari hal yang sederhana seperti mengurangi sampah plastik, serta membuang sampah pada tempatnya agar tidak sampai mencemari lautan.


Menurut Hamish, sampah kita berdampak besar pada kebersihan laut. Masih ingat kan dengan bungkus Indomie yang sudah berusia hampir 30 tahun masih mengambang di laut serta kasus penyu yang hidungnya tertusuk sedotan plastik? Dua dari sekian kasus tentang sampah laut yang sempat viral ini membuktikan bahwa apapun yang kita buang akan berdampak pada ekosistem laut. Pencemaran laut akan berdampak paling besar pada hewan bersel satu seperti plankton. Plankton yang mati sangat mempengaruhi pembentukan oksigen dan rantai makanan hewan laut lainnya. Jadi bisa dibayangkan kalau kita tidak menjaga kebersihan laut ini, bagaimana nasib anak cucu kita di tahun-tahun mendatang. mungkin beberapa hewan laut seperti Blue Fin Tuna dan Manta Ray tadi hanya bisa kita lihat secara digital saja seperti dalam teamLab Future Park.



Dari sini IOP dan SGE Live menjalin kerjasama untuk membuat merchandise yang hanya dijual sampai 11 November 2109 berupa kaos dengan gambar beberapa ikan laut Indonesia yang terancam punah, gambar ini diwarnai langsung oleh Hamish lho. Nantinya seluruh hasil penjualan merchandise ini akan disumbangkan untuk pelestarian taman laut yang digagas oleh tim dari IOP. Kalau kalian tertarik untuk ikut dalam kampanye ini, kalian bisa membeli minimal 2 tiket teamLab Future Park untuk dapat membeli maksimal 2 tanda mata tersebut secara pre order.

Merchandise dari SGE Live dan IOP ini tersedia dalam 3 pilihan gambar, yaitu Blue Fin Tuna, Hammerhead Shark, dan Humphead Parrotfish. 3 hewan laut tersebut merupakan 3 dari sekian hewan laut yang terancam punah.

Ngobrol sedikit yuk, tentang hewan-hewan tersebut, Blue Fin Tuna sudah pasti tidak asing lagi bagi kalian penggemar sushi karena ini adalah jenis tuna yang paling enak, premium dan harganya pun cukup mahal. Penangkapan liar Blue Fin Tuna di sekitar Samudera Atlantik sudah diluar batas sehingga populasi Blue Fin Tuna sudah jauh sekali berkurang.

Hammerhead Shark, salah satu binatang laut favorit anakku nih, dia adalah predator puncak yang memegang peranan penting bagi kesehatan ekosistem lautan. Bisa dibayangkan kalau populasinya punah, maka binatang laut lainnya tentu juga akan terkena dampaknya.

Humphead Parrotfish merupakan ikan terumbu terbesar dengan berat mencapai 50kg! Ancaman utama baginya adalah pemburuan dan penangkapan ikan massal dengan merusak terumbu karang yang merupakan habitat alami mereka.

Di teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives kita bisa membawa anak-anak untuk bisa mengenal simbiosis alam dari tumbuhan, hewan serta binatang laut dengan cara yang menyenangkan. Salah satu instalasinya adalah Sketch Aquarium dimana pengunjung bisa memilih salah satu gambar hewan laut dan kemudian mewarnainya sesuai dengan imajinasi. Tidak hanya sampai disitu, pengunjung bisa scan gambar tersebut dan otomatis binatang yang diwarnai tadi bisa hidup dan berenang di akuarium digital raksasa dan bisa lari jika kita sentuh seperti layaknya ikan secara nyata! 



Ga nyesel deh kalau datang ke teamLab Future Park apalagi kalu bisa membawa serta seluruh keluarga, dan jangan lupa beli juga merchandise nya sebagai bukti nyata bahwa kita juga peduli akan kelestarian ekosistem laut kita. Selain itu, kurangi juga sampah plastik yah!


teamLab Future Park
Gandaria City Mall Lantai 2


Baiklah sampai disini dulu ceritaku, sampai jumpa di postingan berikutnya.


Thursday, 3 October 2019

Grand Launching Aplikasi SehatQ, Sehat Dalam Genggaman

Hi all,

Kalau punya anak di usia Sekolah Dasar pasti mengerti jika penyakit bisa datang kapan saja. Walaupun seringnya hanya penyakit ringan seperti batpil atau demam, tapi lumayan bikin snewen lho kalau mendadak muncul di tengah malam. Seperti beberapa bulan yang lalu, Deston sempat demam dan menggigil mendadak di jam 1 malam. Mau dibawa ke rumah sakit koq bukan sakit yang serius, tapi kalau hanya dibiarkan saja kasihan karena tidak bisa tidur. Coba aja waktu itu sudah ada Aplikasi SehatQ. Eh, apa itu Aplikasi SehatQ?


Kebetulan minggu lalu aku hadir ke acara launching aplikasi kesehatan ini. SehatQ merupakan aplikasi yang memudahkan kita untuk mencari bantuan kesehatan darurat atau sekedar untuk membantu menjaga kesehatan kita dan keluarga. Yang membuat saya bangga, ternyata founder aplikasi SehatQ adalah seorang ibu dengan 3 anak yang sibuk namun tetap concern dengan kesehatan anak dan keluarganya.

SehatQ menawarkan konsep "Sehat dalam genggaman", maksudnya apapun kebutuhan kesehatan kita dapat kita lakukan dengan satu aplikasi saja. "Mulai dari mencari artikel kesehatan, informasi obat, informasi komposisi serta dosis obat, chat dengan dokter hingga layanan booking konsultasi dokter di faskes atau rumah sakit", jelas Linda Wijaya, Founder dan CEO SehatQ.


Saat acara launching, hadir sebagai narasumber Ibu Linda Wijaya, dr. Audy Antawidjaya dan Tarra Budiman.

dr. Audy sebagai salah satu dokter yang sudah bekerjasama dengan SehatQ berharap bahwa dengan hadirnya aplikasi SehatQ bisa semakin menjangkau masyarakat Indonesia untuk bisa lebih sehat dan semoga fiturnya bisa dinikmati secara maksimal.

Tarra Budiman yang juga sebagai ayah baru, sering merasa khawatir jika anaknya sedang sakit namun dirinya sedang berada di luar kota atau luar negeri untuk bekerja. Aplikasi SehatQ bisa sangat membantu dalam melakukan chat dengan dokter ataupun booking rumah sakit untuk anaknya tercinta. Bahkan untuk penyakit ringan yang bisa diobati dengan obat OTC bisa dikonsultasikan dengan dokter yang sedang online atau cek dosis nya dalam directory aplikasi SehatQ.


Akupun sebenarnya sudah mengetahui aplikasi SehatQ sejak beberapa bulan lalu, karena kebetulan aku pernah hadir menjadi salah satu peserta diskusi kelompok terkait aplikasi dan fitur dalam SehatQ. Saat itu aku melihat memang aplikasi ini berbeda dengan aplikasi kesehatan yang sebelumnya sudah ada. Salah satu kelebihannya adalah Aplikasi SehatQ bisa menjembatani konsultasi kesehatan dari online ke offline.

SehatQ sudah bekerjasama dengan lebih dari 300 fasilitas kesehatan, puskesmas dan rumah sakit. Untuk konsultasi online dengan dokter, jangan khawatir karena SehatQ sudah bekerjasama dengan lebih dari 10ribu listing dokter dan rumah sakit di Jabodetabek dan beberapa kota besar di Indonesia. SehatQ sebelumnya sudah melakukan verifikasi pada semua dokternya, pokoknya harus berpengalaman, kompeten dan tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia supaya kualitas konsultasi bisa tetap memuaskan.

Nah, sekarang kita intip yuk beberapa fitur dalam Aplikasi SehatQ yang bisa kita akses.
Beberapa fitur utama dalam aplikasi SehatQ, yaitu Obat, Artikel, Dokter, Rumah Sakit, Booking Dokter, Penyakit, Chat Dokter, Promo dan Acara.


Pertama yang paling banyak dikunjungi tentu fitur Chat Dokter. Sebagian besar pasien yang melakukan chat dokter mengeluhkan penyakit ringan seperti gangguan pernafasan (batuk/flu), kesehatan kulit (jerawat, bisul), gangguan pencernaan, seks/kesehatan reproduksi, dan gangguan mental seperti stress dan kecemasan. Meski demikian, 36% pengguna fitur Chat Dokter tetap memerlukan pemeriksaan fisik dengan dokter, jadi Chat Dokter tidak semata-mata menggantikan peran fasilitas kesehatan namun lebih pada membantu dalam keadaan darurat dan membantu pasien mengambil keputusan terbaik untuk kesehatannya.

Kedua yang cukup digemari juga adalah Booking Dokter, fitur ini memungkinkan kita memilih dan memesan jadwal kunjungan ke lebih dari 8.000 dokter yang terdaftar dalam direktori SehatQ. Di lain pihak, bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan, fitur ini sangat membantu untuk meningkatkan kinerja layanan sehingga bisa lebih efisien, pasienpun tidak perlu bolak balik atau mengantri panjang.

Selain 2 fitur utama andalan tersebut, ada fitur direktori obat, penyakit dan daftar rumah sakit untuk membantu kita mencari informasi lebih detil terkait 3 hal tersebut. Ada juga fitur artikel untuk menambah informasi tentang penyakit atau informasi kesehatan yang sedang tren di masyarakat. Fitur ini sebelumnya sudah melalui persetujuan editor dan tentunya dengan data yang bisa dipertanggungjawabkan ya.

Kalau aku paling suka fitur Chat Dokter dan Promo.. hehe.. Maklum untuk check up kesehatan kan seringkali harga menjadi problem utama, jadi kalau ada informasi promo tentang check up tentu mamak ini akan senang sekali. Seperti contohnya ada promo untuk scalling gigi, pre marital check up, USG 4D, dan IVA Test untuk deteksi dini kanker rahim.

Kalau buat kalian yang concern akan kesehatan dan suka mengikuti berbagai acara seputar kesehatan, ada fitur Acara yang bisa kalian lihat untuk mencari acara seminar, penyuluhan, olah raga (lari, yoga, dll), dan sebagainya. Info acara juga sangat update dan bisa kalian pilih sesuai kategori atau urutkan sesuai bulan acara atau lokasi yang diinginkan.



Hayoo, mana ada aplikasi kesehatan yang selengkap ini? Makanya yuk download Aplikasi SehatQ untuk membantu kita dalam mencari informasi seputar kesehatan, chat dengan dokter hingga booking kunjungan dokter. Aplikasi SehatQ sudah bisa kalian unduh dari Google Play Store maupun Apple Apps Store. Atau check langsung website nya di www.sehatq.com.




Monday, 30 September 2019

3 Spot Instagramable Yang Anti Mainstream di Sudut Utara Jakarta

Bahagianya aku sederhana, kalau punya banyak stok foto untuk diupload ke social media. Apalagi kalau fotonya anti-mainstream, serta mengandung makna sejarah yang bisa kita bagikan untuk orang lain. Oleh karena itu, aku bahagia sekali ketika bisa berkesempatan mengikuti Indonesian Social Blogpreneur Trip atau #ISBTrip minggu lalu untuk berjalan-jalan di sudut utara kota Jakarta. Awalnya agak skeptis, masa disana bisa dapet konten atau spot foto yang oke sih.. Eh, ternyata perjalanan kemarin merupakan salah satu perjalananku yang berkesan. 

Ada 3 lokasi yang kami kunjungi pada trip kemarin, dan semuanya punya latar sejarah yang semakin membuat saya bangga menjadi warga kota Jakarta. Kali ini kami berjalan-jalan bersama Mbak Ira Lthief yang merupakan seorang tour guide serta penggagas wisata kota Jakarta (@creatice_traveler). Menurut beliau, "Percuma kita bisa pergi keman saja, tapi kalau kita masih merasa asing di kota sendiri" 

Supaya tidak merasa asing sebagai warga Jakarta, yuk langsung saja kita bahas 3 spot #instagramable di sudut utara Jakarta:

1. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan tersibuk di abad ke-16 ini masih mempertahankan bentuk dan suasananya yang penuh makna sejarah. Saat masuk, kita disuguhi pemandangan kapal Phinisi berjajar, yang menurut wisatawan asing kapal ini bagaikan museum hidup, bagaimana tidak karena hanya di Indonesia yang masih menggunakan kapal Phinisi untuk pengiriman barang. Di negara lain kapal jenis ini hanya sebagai kapal pariwisata atau sudah masuk ke museum. 




Di Pelabuhan Sunda Kelapa ternyata spot sunset hunting terbaik lho! Sudah banyak fotografer yang datang kemari di sore hari untuk hunting foto sunset yang bagus. Sayang sekali kami datang pada pukul 8 pagi, kapan-kapan saya akan datang lagi dan hunting sunset ahh.



Pelabuhan Sunda Kelapa juga merupakan lokasi pidato Presiden Jokowi saat pertama dilantik pada tahun 2014 lalu sebagai simbol bahwa Indonesia merupakan Negara Maritim dan sebagai komitmen Pak Jokowi untuk terus memajukan Maritim Indonesia.



Berseberangan dengan lokasi jajaran kapal Phinisi yang masih aktif mengangkut barang, ada tumpukan cargo yang sangat oke untuk spot foto. 
Oh ya, jangan lupa pakai masker ya selama jalan-jalan disini karena debu nya lumayan banyak, aku udah bawa masker Nexcare dari rumah donk biar ga sesak napas.

2. Museum Bahari

Museum Bahari ini dulunya merupakan gudang penyimpanan hasil bumi dan rempah-rempah Indonesia yang diperdagangkan oleh Belanda di abad ke-17. Bangunannya khas dengan bata yang besar dan jendela yang tebal dan besar juga. Sebenarnya bangunan ini sudah mengalami beberapa kali renovasi namun tetap mempertahankan bentuk aslinya.




Di lantai 1 ada beberapa miniatur kapal Phinisi dan benda-benda yang biasa digunakan dalam kapal seperti dayung, rantai, jangkar dan lain sebagainya.
Di lantai 2 ada diorama yang berisi beberapa pedagang dan para penyebar agama dari berbagai belahan dunia yang sempat singgah dan berpengaruh di Indonesia seperti Vasco da Gama, Marcopolo, dan Laksamana Cheng Ho.
.



3. Menara Syahbandar

Menara dengan 5 lantai ini dulunya merupakan semacam mercusuar untuk membantu nahkoda kapal. Di abad ke-16 bangunan ini adalah bangunan tertinggi lho di Batavia. Disini aku tidak sempat naik ke atas, dari atas sebenarnya kita bisa melihat kota Jakarta yah walaupun sekarang banyak sekali gedung yang lebih tinggi. Hihihi..


Aku hanya berfoto di area depan Menara Syahbandar dan ternyata hasilnya oke juga. Kebetulan hari itu matahari terik sekali untungnya teman-teman siap sedia bawa Aqua, segarr..

Setelah puas berfoto-foto, kami diajak untuk ngadem sambil belajar meracik jamu di Acaraki. Lokasinya agak ke tengah sedikit menuju area lapangan Museum Fatahilah, di sekitaran Stasiun Jakarta Kota. Tak kalah dari wisata sejarah sebelumnya, di Acaraki kami belajar banyak sekali tentang jamu.

Jadi pada kerajaan Majapahit, jamu merupakan minuman khas bangsawan yang hanya bisa diminum oleh anggota kerajaan atau jamuan bagi tamu kerajaan. Jamu dalam bahasa Jawa memiliki arti Jampi Usodo yang artinya doa untuk memohon kesembuhan. 

Setelah Kerajaan Majapahit runtuh, maka Kerajaan Mataram mencoba untuk membuka rahasia jamu agar rakyat juga bisa merasakan minuman yang menyehatkan ini. Akhirnya berdasarkan simbol Kerajaan Majapahit yang menyerupai 8 arah mata angin, maka diturunkan 8 resep jamu yang bisa dibuat oleh rakyat dari ribuan resep jamu yang dimiliki Kerajaan Majapahit.



"8 Jamu yang menjadi resep utama inilah yang biasanya ada dalam bakul mbok jamu keliling, coba deh perhatikan pasti botol jamu utamanya ada 8" kata Bapak Jony, pemilik Acaraki Jamu. Pak Jony juga menjelaskan asal usul nama Acaraki diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya orang yang ahli membuat jamu. Seperti layaknya barista dengan kopi maka acaraki dengan jamu.

Dipandu dengan seorang acaraki dari Acaraki Jamu, kami belajar membuat Beras Kencur. Berhubung Acaraki merupakan #JamuNewWave maka kita tidak membuat jamu dengan parutan, lumpang dan kain saringan tapi kami membuat jamu dengan peralatan press dan tubruk seperti membuat kopi.



Di akhir acara, kami bisa memilih satu menu jamu dari Acaraki untuk dicoba, aku memilih BARESKRIM (Beras Kencur dengan Es Krim) rasanya unik campuran beras kencur dengan es krim vanilla yang membuatnya jadi tambah segar dan nikmat. Apalagi diminum setelah berpanas-panasan di pelabuhan dan museum.


Sungguh acara yang singkat, menghibur, banyak pengetahuan tentang sejarah, dapat ilmu baru untuk membuat jamu sendiri dan tentunya stok foto yang melimpah. Jadi jangan bosen ya, bakal upload banyak foto seru selama ikut ISB Trip kali ini di social mediaku. Hehehe..


Sampai jumpa di trip selanjutnya..

Friday, 27 September 2019

Morinaga Heiko+ Water, Air Murni Untuk Si Kecil

Hi moms,

1.000 hari pertama kehidpuan si kecil merupakan momen paling penting untuk tumbuh kembangnya di masa mendatang. Di masa emas tersebut, perkembangan otak dan metabolisme tubuh si kecil berkembang sangat pesat sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang namun tetap natural dan alami. Ketika si kecil mulai memasuki usia 6 bulan dimana harus diperkenalkan makanan pendamping ASI dan makanan padat pertamanya, maka air minum dan air untuk melarutkan susu nya pun juga harus diperhatikan yang semurni mungkin. Karena kebutuhan air murni inilah, Morinaga mengeluarkan produk terbarunya, Morinaga Heiko+ Water.


Menurut penelitian Nielsen, banyak ibu yang menginginkan air yang lebih murni untuk membantu melarutkan susu formula dan formula lanjutan. Selain lebih aman untuk melarutkan susu dan formula lanjutan, air murni juga aman untuk pencernaan si kecil yang masih rentan. 

Air merupakan faktor terpenting bagi kehidupan manusia, bayangkan saja dua per tiga berat manusia terdiri dari air, 90% organ penting di tubuh kita juga disusun dari air. Jadi konsumsi air tentunya sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh dadn organ di dalamnya. Oleh karena itu sangat penting untuk bisa memilih air yang tepat dan berkualitas, baik untuk diminum secara langsung maupun sebagai pelarut susu dan makanan.

Dokter Ferry Rahman, selaku perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia mengatakan bahwa kontaminasi makanan dan minuman oleh mikroba menjadi salah satu penyebab utama diare pada anak-anak. Apalagi saluran pencernaan si kecil masih sangat rentan dengan kuman dan mikroba yang terkandung di dalam air sembarangan yang dikonsumsi. bahkan air mineral juga belum bisa dikatakan aman sebagai pelarut dalam susu formula atau makanan pendamping asi karena kandungan mineralnya mampu merubah nutrisi dalam susu secara signifikan. Hal tersebut pernah dimuat dalam panduan WHO tahun 2005 mengenai nutrisi dalam air minum.

Jadi, menurut dr. Muliaman Mansyur selaku Head of Medical Kalbe Nutrition dalam konteks melarutkan susu atau makanan pendamping asi, air demineral atau air bebas mineral adalah air yang relatif ideal sevagai pelarut karena tidak akan mengubah kemurnian nutrisi pada komposisi susu. Sedangkan dalam konteks minuman sehari-hari, air demineral sangat aman, lebih higienis dan lebih ringan untuk dicerna karena sebenarnya kebutuhan mineral bisa kita peroleh dari makanan yang kita konsumsi. 


Oleh karena permasalahan ini, Kalbe Nutrition mencoba mengeluarkan produk baru yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan umur terutama balita dan anak-anak, yaitu Morinaga Heiko+ Water. Morinaga Heiko+ Water bisa menjadi solusi air minum demineral yang murni dan bisa dikonsumsi untuk seluruh keluarga.

Morinaga Heiko+ Water adalah air murni bebas mineral dan bebas bakteri. Steril serta higienis karena telah melalui 8 tahapan proses untuk menghasilkan kualitas air murni yang terbaik untuk keluarga. Morinaga Heiko+ Water telah memenuhi standar BPOM, SNI dan telah mengantongi sertifikat HALAL dari MUI. 


Kalbe Nutrition bekerjasama dengan IDI telah menggagas kampanye Dukung Kemurnian Nutrisi Anak Sejak Dini melalui awareness tentang pemilihan air yang tepat seperti air bebas mineral untuk melarutkan susu atau makanan pendamping asi sehingga diperoleh nutrisi makanan anak-anak dengan tidak merubah komposisi nutrisi sesuai standar BPOM.

Kebanyakan ibu, termasuk aku, berpendapat bahwa melarutkan susu atau makanan pendamping asi dengan air panas akan membunuh bakteri dan mengurangi resiko makanan terkontaminasi kuman. Nyatanya menyeduh susu atau makanan pendamping asi dengan air mendidih atau suhu yang tidak tepat justru akan meningkatkan kandungan mineral dalam air sehingga merusak nutrisinya. Berbeda jika melarutkan susu dan makanan pendamping asi menggunakan air murni demineral Morinaga Heiko+ Water nutrisi pada makanan si kecil tetap terjaga serta lebih mudah larut dan dicerna.


Berbicara mengenai tahapan proses pengolahan Morinaga Heiko+ Water, Kalbe telah bekerjasama dengan par ahli dari Morinaga Research Center Japan serta Hokkan. Teknologi 8 Tahapan Proses Air ini menjamin kualitas Morinaga Heiko+ Water, dan tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Artesian Mountain Source
Air pilihan yang murni dari kedalaman sumber air di pegunungan Pangrango, Bogor.
2. Multistage Filtration
Proses ini untuk menghilangkan molekul yang tidak dibutuhkan.
3. Super Fine Reverse Osmosis (Super RO)
Air mineral dengan konsentrasi H2O lebih tinggi karena menggunakan proses penyaringan bertekanan dengan menggunakan membran osmosis.
4. UV Lamp
Untuk membunuh mikroba menggunakan pancaran gelombang pendek (ultraviolet).
5. Magnet Trap
Menangkap pertikel mineral besi dengan menggunakan magnet yang dipasang pada jalur pipa.
6. Ultra High Teperature (UHT)
Pemanasan selama 60 detik pada suhu tertentu sehingga mencapai kondisi steril komersial.
7. Aseptic Filling
Proses pengisian air yang sudah disterilkan masuk kedalam kemasan steril secara aseptik.
8. Quality Control
Proses pemeriksaan yang dilakukan oleh tim ahli dari Morinaga Japan, Kalbe Nutritional dan Hokkan.

Selain proses pengolahannya yang ekstra, Morinaga Heiko+ Water juga memiliki beberapa kelebihan sebagai air pilihan untuk keluarga tercinta. Pertama, steril dan higienis dengan proses UHT dan aseptic filling untuk memastikan bebas dari kuman, nakteri, virus, parasit dan jamur. Kedua, bebas mineral sehingga aman digunakan untuk melarutkan susu atau makanan pendamping asi tanpa mempengaruhi nutrisi dan mineralnya. Ketiga, jaminan kualitas dari Kalbe Nutritional yang bebas dari bahan kimia berbahaya serta sudah memenuhi standar mutu BPOM, SNI dan juga HALAL.



Kalau kualitas air Morinaga Heiko+ Water tentu aku serta 9 dari 10 bunda sudah setuju, Morinaga Heiko+ Water steril dan higienis, cocok untuk melarutkan makanan dan susu si kecil. Bahkan Kalbe sudah memikirkan kemasan produk ini lho, kita tidak perlu khawatir karena kemasan Morinaga Heiko+ Water bebas BP-A dan dobel segel (plastik dan ulir) untuk menjamin keaslian dan kesterilannya.



Setuju kan moms, kalau Morinaga Heiko+ Water merupakan air murni yang snagat cocok dikonsumsi si kecil. Masih ada pertanyaan seputar Morinaga Heiko+ Water dan produk Kalbe Nutrition lainnya, jangan lupa kunjungi website dan sosial medianya di:


Kalbe Nutritional - Heiko Water
0800-140-2000



Back to Top