Showing posts with label mommy blogger. Show all posts
Showing posts with label mommy blogger. Show all posts

Sunday, 4 March 2018

[FAMILY and PARENTING] Dukungan Alfamart dan Sari Husada Untuk Dunia Bunda dan Si Kecil

Hi ladies,

Pada tanggal 26 Februari 2018 yang lalu, aku menghadiri acara peluncuran program "Dunia Bunda dan Si Kecil" yang merupakan pengembangan tampilan baru area penjualan produk khusus untuk ibu hamil, menyusui dan aneka kebutuhan si kecil. Tampilan baru ini diharapkan bisa memberikan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman dan efisien terutama untuk bunda dan si kecil, Tapi, seperti apa tampilan program "Dunia Bunda dan Si Kecil" ini? Baca terus yah.



PT. Nutricia Indonesia Sejahtera dan PT. Sari Husada Generasi Mahardika bekerjasama dengan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) mengembangkan suatu konsep lorong Dunia Bunda dan Si Kecil yang ditujukan untuk mempermudah navigasi belanja dan menciptakan pengalam belanja yang lebih nyaman bagi Bunda dan Si Kecil. Sebetulnya, kerjasama ini sudah berlangsung di beberapa gerai Alfamart yang dipilih sebagai pilot project (proyek percontohan), konsep ini telah memperoleh respon positif dari 96% konsumen sehingga pada awal tahun ini Alfamart memperluas proyek kerjasama ini secara resmi di lebih dari 10.000 gerai Alfamart di Indonesia.


Seperti dijelaskan oleh Sales Director PT. Nutricia Indonesia Sejahtera, Michael Toh, "Dengan melanjutkan kerjasama ini, diharapkan dapat semakin membantu dan mempermudahkan Ibu untuk memilih nutrisi yang tepat untuk anaknya sesuai tahapan pertumbuhannya serta diharapkan dapat membuat waktu belanja Ibu lebih efisien dan efektif."


Dengan menyambut baik kerjasama ini, Presiden Direktur Alfamart, Ryan Alfons Kaloh menyampaikan pihaknya sangat optimis konsep penataan ara penjualan produk yang lebih informatif ini akan memperoleh antusias yang baik dari konsumen guna membantu Ibu mencari kebutuhan anak-anak lebih efisien.
Pak Ryan juga menjelaskan bahwa kebanyakan kosumen Alfamart adalah perempuan dengan rentang usia 21 hingga 30 tahun, maka dari itu proyek kerjasama ini sangat tepat sasaran.

Lorong khusus Dunia Bunda dan Si Kecil ini dikelompokkan sesuai kategori produk untuk ibu hamil, menyusui, dan susu pertumbuhan anak usia 1-5 tahun. Selain pemasangan produk sesuai kategori, pengunjung juga akan mendapatkan edukasi mengenai produk melalui pemasangan panel-panel edukasi yang memudahkan pengunjung untuk membandingkan nutrisi atau harga produk satu dengan yang lainnya tanpa perlu berpindah-pindah lorong.


Di acara ini hadir juga salah satu konsumen Alfamart, seorang selebriti dan ibu dari dua anak, Natasha Rizky. Natasha menjelaskan bahwa memastikan anak-anak memperoleh nutrisi terbaik menajdi prioritas semua orang tua, dan menurutnya proyek Dunia Bunda dan Si Kecil ini sangat mempermudah dalam mencari produk bernutrisi yang sesuai dengan kebutuhan anak.



Untuk aku pribadi, aku juga lebih sering berbelanja di mini market seperti Alfamart untuk berbelanja kebutuhan rutin rumah tangga termasuk membeli susu pertumbuhan untuk Deston. Saat mencoba berbelanja dengan konsep Dunia Bunda dan Si Kecil aku merasa sangat mudah mencari produk kebutuhan Deston, bahkan Deston sendiri bisa memilih susu yang biasa dia gunakan karena semua sudah dikelompokkan sesuai brand dan kategori usia.



Melalui konsep ini, Alfamart ingin memberikan kemudahan bagi konsumen untuk bisa mendapatkan produk dengan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan si kecil khususnya untuk pemenuhan gizi di 1000 hari pertama kehidupan buah hati kita untuk menjadi fondasi kesehatan jangka panjang agar anak bisa tumbuh menjadi generasi maju yang sehat dan cerdas.




Wednesday, 11 October 2017

[FAMILY and PARENTING] Tips Bijak Ber-investasi

Hi moms,

Akhirnya sampai juga kita di seri literasi keuangan yang terakhir bersama Visa Worldwide, Ibu Berbagi Bijak dan Kumpulan Emak Blogger. Jika di sesi pertama kita belajar tentang mengatur kesehatan keuangan, kemudian sesi kedua kita belajar mengenai bijak mengatur anggaran, maka yang tidak kalah penting di sesi terakhir ini adalah pembahasan mengenai investasi.




Workshop kali ini bersama Visa, Ibu Berbagi Bijak dan KEB digelar di Mendjangan Resto di kawasan Kemang. Narasumber juga masih bersama Mbak Prita Ghozie selaku financial educatornya.


Baiklah yuk langsung kita bahas mengenai Bijak Berinvestasi..


Jika keuangan keluarga diibaratkan sebagai sebuah kapal, maka investasi bisa digambarkan seperti lifebuoy atau sekoci yang berguna untuk membantu menyelamatkan isi kapal bahkan nyawa kita juga. Jadi buat para ibu rumah tangga yang masih belum memiliki investasi, perlu waspada saat adanya gelombang keuangan yang menimpa atau jika timbul suatu pengeluaran besar yang tidak terduga bisa jadi kalang kabut untuk memenuhi kebutuhan serta untuk melanjutkan kehidupan.


Sebelum memulai untuk Investasi ada baiknya kita mengetahui lebih dulu 5 prinsip dari Investasi, yaitu sebagai berikut:

1. Pahami Tujuan dan Resiko

Sebelum memtuskan untuk mulai berinvestasi, kita harus tahu dulu tujuan kita melakukan ivestasi ini untuk apa, apakah untuk biaya sekolah anak atau jangka panjangnya untuk tabungan saat pensiun. Kemudian pertimbangkan juga hasil dari investasi nantinya akan dinikmati atau diambil seluruhnya saat target akhir sudah tercapai atau ingin menikmati laba setiap bulannya.


Selain memahami tujuan kita investasi, kemudian kenali faktor resikonya yaitu:
- Investor Konservatif, 100% defensif (tidak berani rugi banyak)
- Investor Moderat, 60% defensif 40% agresif (investasi seperlunya saja)
- Investor Agresif, 70% lebih agresif (berani mengambil resiko yang lebih besar)

2. Tentukan Jangka Waktu


Seperti prinsip matching yang sudah dijelaskan sebelumnya, investasi juga perlu ditentukan sampai kapan jangka waktunya.
Jangka Pendek untuk kebutuhan selama kurang dari 3 tahun, Investasi Jangka Menengah untuk kebutuhan selama 3-6 tahun mendatang, dan Jangka Panjang utnuk dana pensiun, naik haji, dsb.

Yang tidak kalah penting dalam menghitung jangka waktu berinvestasi adalah, perhitungan infasi per tahun yaitu sekitar 10-20% setiap tahunnya. Jadi sangat besar kemungkinan akan perubahan jumlah anggaran untuk tahun-tahun kedepan.

Kita ambil contoh saja untuk menghitung biaya kenaikan tingkat pada anak sekolah. Pastinya uang pangkal dan uang sekolah ada kenaikan maksimal 10% dari biaya di tahun sebelumnya. Hitungan jumlah inflasi perlu dihitung yah, supaya tidak salah menghitung.

3. Ragam Pilihan Investasi

Investasi bisa dibagi menjadi 3 tergantung dari jangka waktunya, profil resikonya dan laba yang didapat, yaitu:


- Tabungan (resiko  cenderung kecil bisa untuk jangka pendek atau menengah)
- Investasi (resiko tidak terlalu besar, cocok untuk jangka waktu diatas 3 tahun)
- Spekulasi (resiko lebih besar dengan laba yang besar juga)

Dari sini, kita bisa mencoba meragamkan jenis investasi yang kita punya, usahakan memiliki beberapa jenis investasi yang berbeda. Jenis investasi yang bisa dipilih adalah:


- Aset Fisik, seperti Logam Mulia dan Properti
- Surat berharga, seperti deposito, obligasi, saham atau reksa dana
- Bisnis, seperti usaha franchise

4. Strategi Berinvestasi


Dalam berinvestasi, kita bisa melakukan dengan bertahap dan perlahan jangan terlalu tergiur untung yang banyak. Beberapa strategi investasi yang bisa mommy sekalian coba praktekkan yaitu:

- Cos Averaging
Dengan rutin melakukan investasi tabungan setiap bulan tanpa terpengaruh kondisi pasar.

- Diversification
Jangan hanya menyimpan tabungan di satu bank saja, berbagai bank memiliki profile kelebihan dan kekurangan tersendri jadi cobalah utnuk membuka beberapa rekening tabungan atau deposito di beberapa sektor atau instrumen.

-Long Term
Resiko investasi memang tidak dapat diminimalisir, tapi ada baiknya bermain dengan jangka waktu karena pada umumnya investasi baru bisa dinikmati setelah diatas 3 tahun dengan pola yang disiplin.

5. Review dan Re-alokasi

Belakangan ini banyak orang berinvestasi karena tergiur dengan laba atau bunga yang besar, nah sebagai ibu yang bijak kita harus mempelajari terlebih dahulu atau melakukan review pada setiap tawaran investasi. Jangan sampai tertipu investasi bodong hanya karena ingin menikmati bunga yang besar.

Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) biasanya memberikan bunga investasi antara 5-6% per tahun, jadi bila ada yang menawarkan investasi dengan bunga yang jauh melebihi 6% per tahun sangat patut dicurigai.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai supaya tidak tertipu investasi bodong:
- Jangan tergiur laba atau bunga yang besar
- Periksa ijin dan legalitas penyedia jasa keuangan pada Otoritas Jasa Keuangan
- Pelajari skema investasinya dengan jelas, darimana profit yang didapat
- Hati-hati dengan Money Game, Arisan Berantai, Investasi Kebun dan lain sebagainya.


Dengan mencoba melakukan inestasi dan rutin menjalankan dengan disiplin serta menguatkan hati untuk tidak tergiur investasi abal-abal maka sebagai ibu rumah tangga yang bijak kita sudah membantu membuat sekoci untuk keadaan darurat di kapal rumah tangga kita.

Baiklah sampai disini sharingku tentang workshop Ibu Berbagi Bijak yang sudah aku ikuti selama 3 bulan ini, semoga ketiga postingan seri Ibu Berbagi Bijak ini bisa bermanfaat untuk para ibu rumah tangga dan remaja putri dalam belajar menjadi Menteri Keuangan Keluarga masing-masing.

Terimakasih atas ilmu yang berharga dan kesempatan untuk kumpul-kumpul dengan mommy blogger yang lainnya, Ibu Berbagi Bijak, Visa Worldwide dan Kumpulan Emak Blogger.

See you!! 








Tuesday, 26 September 2017

[FAMILY and PARENTING] Yuk, Kenali Berbagai Jenis Kecerdasan Anak Sejak Usia Pra-sekolah

Hi moms,

Memiliki seorang anak adalah sebuah kebanggaan dan kebahagian bagi pasangan suami istri. Dan pastinya semua orang tua sangat ingin memiliki anak yang sehat dan cerdas. Makanya, sejak menjadi orang tua aku dan suami sangat senang mengikuti dan memantau perkembangan dan pertumbuhan anak semata wayang kami, Deston Marvelle (5 tahun 11 bulan). Rasanya setiap milestone yang dilewati adalah sebuah loncatan besar dalam perkembangannya baik secara fisik, psikis dan sosialnya.

Walaupun aku mengenyam pendidikan Psikolog Perkembangan Anak tapi rasanya ilmu yang aku dapat masih saja kurang untuk bekal mendidik Deston. Makanya, aku senang sekali saat beberapa waktu lalu aku diundang oleh Clozette Indonesia dan Parenting Club untuk datang ke acara Talkshow "Kenali Perilaku Anak di Usia Pra Sekolah".

14 September 2017, Harlequin Bistro


Yeayy.... hari yang ditunggu akhirnya datang, Deston super excited karena boleh ikut dan akan ada kids activity di acara tersebut.
Sampai disana, Deston langsung masuk ke area bermain  yang memang disediakan oleh Harlequin Bistro. Konsep restaurant yang ramah anak dan lengkap dengan berbagai area permainan yang aman dan nyaman untuk anak-anak. Boleh nih, jadi pilihan weekend bersama keluarga.

Nah, selama anak-anak bermain, para mommy diajak ke ruang utama resto untuk mengikuti talkshow. Jadi tenang deh bisa menyimak talkshow dengan baik tanpa ada rewelan si kecil. Hihihi..


Narasumber talkshownya ada Mommy Ayudia (seleb-mom), dr Rini Sekartini (dokter spesialis anak), dan Kak Budi Haha (Indonesian Ventriloquist)


dr. Rini Sekartini menjelaskan mengenai usia emas seorang anak yaitu di usia 0-5 tahun, di usia tersebut perkembangan anak terjadi secara sangat pesat baik dari segi fisik, akal dan sosial. Di usai pra-sekolah tersebut otak seorang anak diibaratkan seperti spons yang mampu menyerap semua informasi dan rangsangan dari orang tua dan lingkungannya.


Mommy Ayudia menceritakan kalau Sekala memiliki nilai kecerdasan musikal yang tinggi sebagai bukti lingkungan dan orang tuanya yang memnag kebanyakan suka bermain musik.


Perkembangan seorang anak juga sangat dipengaruhi oleh kasih sayang yang diberikan oleh kedua orang tua serta lingkungannya, stimulasi yang diterima si kecil dan juga nutrisi selama tumbuh kembang.


dr. Rini berkata bahwa untuk anak usia pertumbuhan (dibawah 12 tahun) tidak perlu ada pantangan makanan keculai memang disarankan oleh dokter karena gangguan kesehatan tertentu. Penuhi gizi si kecil termasuk sayur, buah dan susu. Dengan badan yang sehat tentunya aktivitas bermain dan belajar akan lebih maksimal. 

Kak Budi Haha sebagai ahli ventriloquist mengajak para mommy dan daddy yang hadir untuk selalu katif dalam memberikan rangsangan pada anakd an mengembangkan kemamapuan motorik serta bicara anak dengan emnggunakan permainan yangs eru seperti bercerita, melanjutkan cerita, atau bermain peran dan bermain rumah-rumahan. Ternyata permainan simple seperti itu mampu mengasah kemampuan dan kecerdasan anak lho.


Kak Budi juga mengajarkan cara merubah kaos kaki menjadi boneka tangan untuk bercerita bersama si kecil.


Kecerdasan Anak 

Kecerdasan anak yang satu juga berbeda dengan anak yang lain, jadi orang tua juga harus peka dengan hal ini. Bahkan walaupun kaka beradik tetap saja setiap anak #PintarnyaBeda jadi JANGAN MEMBANDINGKAN anak anda dengan kakak/adiknya apalagi dengan orang lain.

Berbicara mengenai kecerdasan anak, ternyata kecerdasan juga memiliki beberapa jenis tipe yang bisa mommy ketahui dengan menggunakan Smart Strength Finder. Jadi, Smart Strength Finder adalah tool yang dirancang oleh Thomas Armstrong, Ph. D yang dapat membantu para orang tua  mengenali kepintaran si Kecil. Cara menggunakannya juga mudah tinggal buka disini. Nanti mommy tinggal menjawab saja 40 pertanyaan yang sesuai dengan perilaku si kecil sehari-hari.

Nah, beberapa tipe kecerdasan tersebut dibagi menjadi 3 kategori besar yaitu:
1. Akal: Number Smart, Word Smart, Picture Smart, dan Music Smart
2. Fisik: Nature Smart dan Body Smart
3. Sosial: Self Smart dan People Smart

Kenali Minat Si Kecil

Setelah mengetahui jenis kecerdasan yang dimiliki si kecil, maka akan lebih memudahkan kita sebagai orang tua untuk memberikan arahan yang tepat sesuai minat anak.

Aku mencoba Smart Strength Finder Tool untuk mengetahui kecerdasan apa yang menonjol dari anakku Deston. Setelah menjawab semua pertanyaannya muncullah hasil seperti ini.

 

Ternyata Deston memiliki kecerdasan yang unggul untuk Number Smart, pantas saja Deston selalu mendapat nilai yang memuaskan di bidang pelajaran Matematika. Berhunung Deston juga sudah kelas 1 SD, jadi ada baiknya aku juga mengarahkan Deston untuk mengikuti pelajaran tambahan atau les secara khusus di bidang matematika. Dan memang sudah beberapa bulan ini Deston sendiri yang meminta untuk ikut les matematika atau les robotik.

Sebagai masukan juga untuk para mommy, jangan pernah memaksakan anak untuk menjadi seseorang yang kita mau tapi biarkan dia memiliki minat sendiri dan tugas kita hanyalah menuntunnya menjadi lebih baik. Aku juga tidak pernah memaksa Deston untuk ikut les matematika tapi emmang Deston yang meminta sendiri, jadi ya aku ikutin saja untuk mengembangkan minat dan bakatnya.


Okey mom, sampai disini dulu ceritaku tentang menenali minat dan kesiapan anak untuk memasuki dunia sekolah serta tips untuk mengetahui tipe kecerdasan si kecil. Jangan lupa kunjungi dan ikuti social media Parenting Club untuk mengetahui informasi tumbuh kembang si kecil dan untuk tahu lebih banyak tentang kegiatan yang diadakan oleh Parenting Club di kotamu.

Parenting Club
https://www.parentingclub.co.id/

See you on my next post...

 
Back to Top